Kewirausahaan UMM Latih Kader Pemuda Muhammadiyah Kota Malang Bangun Unit Usaha Berbasis Income Center Malang

kewirausahaan UMM

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar program pelatihan dan pendampingan kewirausahaan bagi kader Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Malang. Program yang didanai melalui skema Blockgrant Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan membentuk unit usaha kolektif berbasis sistem income center sebagai sumber pendapatan organisasi yang berkelanjutan.

Ketua tim pelaksana, Dr. Ahmad Shobrun Jamil, S.Si., M.P., yang juga menjabat Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UMM, menjelaskan bahwa program ini lahir dari hasil survei internal PDPM Kota Malang terhadap lebih dari 200 anggota aktif Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM).

Survei tersebut menemukan bahwa 28,7 persen kader belum memiliki pekerjaan tetap, sementara 27,7 persen lainnya bekerja dengan penghasilan di bawah Upah Minimum Kota (UMK) Malang 2024 yang ditetapkan sebesar Rp3.268.275 per bulan.

“Kondisi ekonomi kader sebenarnya berbanding terbalik dengan potensi yang mereka miliki. Banyak di antara mereka sudah merintis usaha mikro, mulai dari berdagang makanan ringan, jasa antar-jemput, konveksi rumahan, hingga katering. Masalahnya, usaha-usaha ini berjalan sendiri-sendiri, tanpa perencanaan bisnis yang matang dan tanpa dukungan kelembagaan,” ujar Ahmad.

Menjawab persoalan tersebut, tim pengabdian merancang program pelatihan kewirausahaan terpadu yang mencakup empat materi utama: penyusunan rencana bisnis (business plan), manajemen keuangan sederhana, pemasaran digital, dan pengembangan jaringan usaha.

 

 

Pelatihan disampaikan oleh anggota tim dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMM yang memiliki pengalaman praktis dalam pembinaan UMKM dan usaha komunitas. Pendekatan yang digunakan adalah learning by doing, di mana peserta langsung mempraktikkan materi yang diajarkan menggunakan usaha yang sedang mereka jalankan. Hasil evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan kewirausahaan kader sebesar 47,3 persen, dengan lebih dari 80 persen peserta mencapai skor di atas ambang kelulusan.

“Yang paling kami syukuri bukan sekadar angka, tetapi perubahan cara berpikir kader. Mereka yang dulu menjalankan usaha secara intuitif tanpa arah, sekarang mulai memisahkan keuangan pribadi dan usaha, mulai berani membuat target penjualan, dan mulai memanfaatkan media sosial untuk berjualan,” kata Luqman Dzul Hilmi, S.E., M.B.A., anggota tim pengabdian dari Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMM.

Selain peningkatan kapasitas individu, program ini juga merintis pembentukan unit usaha kolektif PDPM Kota Malang yang akan menaungi berbagai usaha kader di bawah satu identitas merek bersama (umbrella brand). Model ini dirancang dengan sistem profit sharing yang adil, di mana keuntungan usaha akan dialokasikan untuk pelaku usaha, pengelola unit, dan pembiayaan kegiatan dakwah serta sosial organisasi.

Ketua PDPM Kota Malang menyambut baik program ini dan menyatakan bahwa wadah usaha kolektif sudah lama dinantikan oleh para kader. “Selama ini potensi usaha kader memang ada, tapi tidak terkoordinasi. Dengan adanya pendampingan dari UMM, kami merasa lebih percaya diri untuk membangun unit usaha yang benar-benar bisa menopang kegiatan organisasi, bukan hanya mengandalkan iuran anggota,” ujarnya.

Program ini juga sejalan dengan Roadmap Penelitian dan Pengabdian UMM 2025–2028 di bidang community empowerment and entrepreneurship development, serta berkontribusi pada pencapaian sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan), Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan Tujuan 10 (Mengurangi Ketimpangan).

kewirausahaan UMM

Sebagai langkah lanjutan, tim pengabdian akan mendampingi mitra dalam proses legalitas badan usaha, penyusunan katalog produk kolektif, serta pengembangan jejaring kemitraan dengan koperasi dan distributor lokal. Target jangka menengah adalah terbentuknya satu badan usaha resmi PDPM Kota Malang dengan minimal 15 usaha kader yang bergabung di dalamnya.

“Kami ingin model ini tidak berhenti di Kota Malang. Kalau berhasil, ini bisa menjadi contoh bagi PDPM di daerah lain untuk membangun kemandirian ekonomi organisasi melalui kekuatan kolektif kadernya sendiri,” tutup Ahmad.

Program pengabdian ini melibatkan tiga dosen UMM dari bidang keahlian berbeda — farmasi bahan alam, manajemen bisnis, dan vokasi bisnis properti — serta dua mahasiswa pendamping, mencerminkan pendekatan interdisipliner dalam pemberdayaan masyarakat berbasis kampus.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *